Banjarnegara, 10 Februari 2026 — Semangat pengabdian kembali ditunjukkan Komunitas Perduli Masjid Ahlul Bait Indonesia (PERMABI). Pada Selasa (10/2/2026), komunitas tersebut menggelar aksi bersih-bersih masjid dan lingkungan pondok di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Purwasaba, Mandiraja, Banjarnegara.
Pesantren yang diasuh oleh Abah Yai Nur Habib Husen—yang akrab disapa Gus Husen—itu berdiri di atas lahan sekitar 60 ubin. Di tempat yang sederhana namun penuh keberkahan tersebut, beliau membimbing dan mendidik para santri dengan ketekunan dan kesabaran.
Sejak pagi hari, anggota PERMABI dari perwakilan wilayah Wonosobo, Banjarnegara dan Purbalingga sudah memulai aktifitas. Mereka membersihkan setiap sudut ruangan, mulai dari masjid, asrama, halaman, hingga toilet di pondok. Tidak ada sekat antara yang tua dan muda; semua bekerja dengan penuh ketulusan dan kekompakan.
Gus Husen menyampaikan sambutan hangat dan kesan mendalam atas kegiatan tersebut. Ia mengaku terharu melihat semangat kebersamaan yang ditunjukkan para anggota PERMABI.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Ketulusan dari yang tua maupun yang muda dalam membersihkan setiap sudut pondok ini sungguh luar biasa. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang kepedulian dan persaudaraan,” ungkap Gus Husen.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi energi baru bagi pesantren dan para santri. Ia berharap silaturahmi yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan hari itu saja.
“Ke depan, semoga ada silaturahmi yang saling menguatkan. Pesantren dan komunitas masyarakat harus terus berjalan bersama, saling mendukung dalam kebaikan,” tambahnya.
Ketua PERMABI Banjarnegara, Kang Sahrun, juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang hangat dari pihak pesantren.
“Kami berterima kasih kepada Gus Husen atas kesediaannya menerima kami. Bagi PERMABI, berhidmat, berjuang, dan bermasyarakat adalah ruh gerakan kami. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan untuk semua,” ujarnya.
Aksi sosial tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan wujud nyata nilai gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, kolaborasi antara komunitas masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi muda.
Kegiatan di Ponpes Sunan Kalijaga menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan dengan hati. Ketika tangan-tangan tulus bergerak bersama, bukan hanya lingkungan yang menjadi bersih, tetapi juga jiwa-jiwa yang semakin terikat dalam persaudaraan dan semangat kebaikan.
PERMABI kembali membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terus dihidupkan—dari masjid ke masjid, dari pondok ke pondok, untuk Indonesia yang lebih peduli dan berdaya.

.jpeg)
