Banjarnegara, 3 Mei 2026 – Kepedulian terhadap rumah ibadah kembali ditunjukkan oleh Pengurus Wilayah Perduli Masjid Ahlul Bait Indonesia (PERMABI) Jawa Tengah. Menanggapi permohonan dari Pengasuh Masjid Umar Bin Khattab, Kyai Subhan, terkait kerusakan depan area masjid akibat bencana longsor, PERMABI Jateng bergerak cepat melakukan upaya penanganan dan perbaikan guna mencegah dampak yang lebih besar. Diinfokan sebelumnya bahwa area depan masjid yang rencananya akan di bangun sebuah tempat atau ruangan khusus, pada beberapa hari yang lalu dikarenakan hujan lebat mengakibatkan penurunan kontur tanah sehingga terjadi keretakan cukup parah pada pondasinya.
Melalui koordinasi dan komunikasi dengan Kang Sahrun selaku ketua Permabi Banjarnegara yang membantu pelaksanaan teknis di lapangan, kegiatan pembangunan struktur atap baja ringan dilaksanakan pada Senin hingga Selasa, 3–4 Mei 2026, bertempat di Masjid Umar Bin Khattab, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk mengurangi dan meminimalisir potensi longsor susulan yang dapat terjadi akibat tingginya debit air hujan yang masuk ke area tersebut. Selain menjaga keamanan bangunan, pembangunan struktur tersebut juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan dalam beraktivitas dan beribadah.
Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pendirian struktur baja ringan untuk sarana parkir masjid, pengukuran dan penentuan ukuran rinci konstruksi, pemotongan material baja ringan sesuai kebutuhan, perakitan struktur, pemasangan tiang baja ringan dan seteger, pemasangan kuda-kuda, hingga pemasangan segitiga penguat konstruksi.
Kyai Subhan menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas respons cepat yang diberikan oleh PERMABI Jateng dan para relawan yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi dan kepedulian semacam ini menjadi energi positif bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan fasilitas umum pascabencana.
Ketua dan relawan PERMABI Jateng menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas kondisi fisik. Semangat gotong royong, kepedulian, dan keikhlasan menjadi modal utama dalam menghadirkan manfaat bagi sesama.
"Kami percaya bahwa setiap langkah kebaikan, sekecil apa pun, akan menjadi cahaya harapan bagi masyarakat. Ketika rumah ibadah terjaga, maka semangat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan juga akan tetap hidup di tengah masyarakat," ungkap salah satu relawan di sela kegiatan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kemanusiaan dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Jawa Tengah. Di tengah tantangan bencana alam yang kerap terjadi, kolaborasi antara tokoh agama, masyarakat, dan organisasi sosial menjadi kekuatan penting dalam membangun ketahanan sosial dan mempercepat pemulihan lingkungan.
Melalui aksi nyata tersebut, PERMABI Jawa Tengah berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan, membantu sesama, serta menjadikan setiap ujian sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan pengabdian kepada umat.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat pascabencana, kehadiran organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial menjadi salah satu pilar penting dalam mempercepat pemulihan kondisi di lapangan. Selain kepedulian dan dukungan dari pemerintah yang terus diharapkan, peran aktif ormas, komunitas, serta lembaga sosial masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan warga, termasuk dalam penanganan dan tanggap bencana. PERMABI Jawa Tengah berupaya hadir mengisi ruang-ruang pengabdian yang belum terjangkau, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bahwa semangat gotong royong tetap hidup di tengah tantangan yang dihadapi bersama. Bagi PERMABI, pengabdian bukan sekadar program kerja, melainkan panggilan kemanusiaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan dan tidak banyak pihak yang dapat memberikan bantuan secara langsung.

.jpeg)



.jpeg)
